Fpbnewstv.com-
Pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus berproses. Hingga saat ini, proses tersebut masuk di tahapan Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatanganan nota kesepahaman.

Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Henri Setiawan menyebut, pengolahan sampah menjadi energi listrik itu melibatkan tiga kabupaten, di antaranya Kudus, Blora dan Pati.
Adapun rencana tempat pengolahan sampah itu berada di Kabupaten Pati. Untuk saat ini, kata dia, masuk di tahapan MoU.
“Kita sekarang ini berupaya untuk membuat MOU tahapannya. Kemarin kita sudah menghadirkan beberapa perwakilan dari pemerintah daerah,” ujar Henri.
Ia menyebut pengolahan sampah menjadi energi listrik itu membutuhkan sampah per harinya 1.000 ton.
“Kemarin itu kita masih dipatok pada angka 1.000 ton per hari. Kalau kita tanya potensinya Pati, sebenarnya sampah kalau hitungan kami sekitar 890 sampai 900 ton per hari,” paparnya.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi energi listrik itu merupakan program dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Menurutnya, support dari Kabupaten Kudus dan Blora untuk membuatkan energi listrik dari sampah sudah bagus.
“Itu Danantara. Support-nya sudah bagus dari Kudus sama Blora, kan itu sudah mulai digaungkan di pusat,” katanya.
Menurutnya, DLH Kabupaten Pati telah melakukan koordinasi dengan dua kabupaten yang lain tersebut. Setelah MoU dibuat, langkah selanjutnya akan dibantu oleh Provinsi Jawa Tengah untuk merealisasikan program energi listrik tersebut.
“Sudah, mereka sudah ada ketertarikan tinggal kita kesepakatan saja terkait hal itu, melakukan MOU. Nanti yang mengupayakan pemerintah provinsi,” pungkasnya. (*)





















