Pati,fpbnewstv.com-Sejumlah jurnalis dan petani kopi Gembong di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mempunyai cara unik dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Mereka menggelar upacara peringatan HUT RI itu di atas Bukit Buba’an Hills, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, dilansir mitrapost.com Senin (17/08/2026) pagi.

Para peserta dengan semangat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan latar pemandangan hijau Pegunungan Muria. Upacara itu berlangsung khidmat hingga selesai.
Cara unik upacara di atas Bukit Buba’an Hills ini dalam rangka memaknai kemerdekaan, yakni menyatukan semangat patriotisme, kepedulian lingkungan, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata hingga komoditas kopi lokal Pati.
Salah seorang petani kopi Gembong, Cholis mengatakan tren harga kopi jenis robusta di Kabupaten Pati semakin membaik dengan menyentuh Rp63.000 hingga Rp65.000 per kilogram. Harga itu membuat dia merasa bersyukur.
Ia mengatakan, kenaikan harga ini sebagai bentuk kemerdekaan nyata bagi para petani kopi. Pasalnya, kata dia, di tahun-tahun sebelumnya berjuang menghadapi harga yang rendah.
“Kalau Indonesia merdeka di bawah penjajahan, bagi kami petani kopi merdeka karena harga kopi alhamdulillah terus melambung. Sampai hari ini harga terbaru kisaran Rp63.000 hingga Rp65.000 per kilogram,” ujar Cholis.
Beberapa tahun lalu, jelas dia, harga kopi jenis robusta itu sempat anjlok di angka Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Namun sejak tahun 2023 hingga sekarang, harga perlahan naik hingga berlipat ganda.
Cholis berharap kestabilan harga ini dapat terjaga demi kepastian pendapatan petani kopi di Kabupaten Pati. Cholis mengaku Kopi Muria jenis robusta ini telah di sejumlah daerah salah satunya Temanggung.
Sementara itu, Ketua Journalist Adventure, Hery Purwaka mengatakan, upacara bendera peringatan HUT RI ini dilakukan di alam terbuka telah menjadi agenda rutin komunitas jurnalis di Pati dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan.
Pada sebelumnya, jelas dia, upacara HUT RI pernah dilakukan di dalam gua yang merupakan objek wisata lokal.
Pemilihan lokasi di atas Bukit Bubaan Hills ini, ujar dia, memiliki tujuan untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap kelestarian alam. Selain itu, untuk mempromosikan wisata dan kopi asli lereng Gunung Muria.
“Tahun ini kami bersama petani kopi upacara bersama sebagai bentuk kepedulian kami dengan kopi asli Pati. Sekalian kami mengkampanyekan bahwa kopi dari Pati ini sangat layak untuk dipromosikan ke luar Pati,” jelasnya. (Red)


















