Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Profil

‎Viral Tawuran Pelajar di Palembang, Advokad Gorys Gere: Jangan Hanya Mengedepankan Penindakan, Pembinaan Harus Diperkuat

Avatar photobadge-check

‎Viral Tawuran Pelajar di Palembang, Advokad Gorys Gere: Jangan Hanya Mengedepankan Penindakan, Pembinaan Harus Diperkuat Perbesar

PALEMBANG ,fpbnewstv.com —viral rekaman vidio dengan dugaan aksi kekerasan dan tawuran antar pelajar di Kota Palembang mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

‎Menyikapi kondisi tersebut, advokad Gorys Gere menilai fenomena tawuran pelajar harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena menyangkut keselamatan anak sekaligus masa depan generasi muda.”Terangnya”. Saat di jumpai di kediamannya senin (17/8/26)

‎‎Menurut Gorys, aparat penegak hukum memang memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan apabila ditemukan dugaan tindak pidana. Namun, proses tersebut harus tetap dilakukan secara profesional, proporsional, berdasarkan bukti yang cukup, serta memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku terhadap anak.

‎“Kalau memang ada peristiwa pidana, tentu harus ditangani sesuai hukum. Tetapi jangan sampai semua pelajar kemudian dianggap sebagai pelaku hanya karena berada di lokasi atau ikut terseret dalam suatu kelompok. Harus ada pemeriksaan yang objektif untuk mengetahui siapa melakukan apa dan sejauh mana keterlibatannya,” ujar Gorys.

‎Ia menegaskan bahwa prinsip praduga tak bersalah harus tetap menjadi landasan. Identitas anak yang diduga terlibat juga perlu dilindungi sesuai ketentuan mengenai sistem peradilan pidana anak dan perlindungan anak.

‎Gorys juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan video viral di media sosial sebagai satu-satunya dasar untuk memberikan kesimpulan hukum.

‎“Video yang beredar di media sosial perlu diverifikasi. Kita tidak boleh membangun opini atau menjatuhkan vonis hanya berdasarkan potongan video. Yang menentukan seseorang bersalah atau tidak adalah proses hukum dengan alat bukti dan pemeriksaan yang sah,” tegasnya.

‎Tawuran Bukan Sekadar Persoalan Kenakalan Remaja..Menurut Gorys, aksi tawuran tidak dapat lagi dipandang semata-mata sebagai kenakalan remaja apabila di dalamnya terdapatkekerasan, penggunaan senjata tajam, penganiayaan, atau tindakan lain yang menimbulkan korban.

‎Karena itu, ia mendorong adanya langkah terpadu antara kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan.

‎“Jangan menunggu ada korban terlebih dahulu baru kita bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak muncul tanda-tanda adanya kelompok yang berencana melakukan tawuran,” katanya.

‎Ia menilai patroli pada titik-titik yang rawan berkumpulnya pelajar perlu ditingkatkan, terutama pada waktu dan lokasi yang berdasarkan pemetaan keamanan memiliki potensi terjadinya bentrokan.

‎Di sisi lain, sekolah dan orang tua juga dinilai memiliki peran penting dalam mendeteksi perubahan perilaku anak.

‎“Anak-anak ini adalah generasi penerus. Mereka harus dibina, bukan hanya ditakut-takuti. Tetapi pembinaan juga harus dibarengi dengan ketegasan apabila memang terbukti melakukan tindakan yang melanggar hukum,” jelas Gorys.

‎Jangan Biarkan Media Sosial Menjadi Pemicu.Gorys turut mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan media sosial sebagai sarana untuk saling menantang, menyebarkan provokasi, ataupun mengunggah konten yang justru dapat memicu aksi kekerasan berikutnya.

‎Menurutnya, penyebaran video tawuran secara berulang tanpa konteks yang jelas berpotensi memperbesar keresahan masyarakat dan bahkan dapat mendorong imitasi tindakan kekerasan.

‎“Jangan sampai tawuran menjadi tontonan, kebanggaan, atau konten untuk mendapatkan perhatian. Itu sangat berbahaya. Satu tindakan yang dianggap hanya sebagai permainan bisa berujung pada luka berat, bahkan kehilangan nyawa,” ujarnya.

‎‎Pesan  berantai rencana tawuran

‎‎Sementara itu, situasi keamanan di Palembang memang menjadi perhatian aparat. beredar pesan berantai mengenai dugaan rencana tawuran setelah upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dan juga Sebelumnya, video dugaan aksi kekerasan antarpelajar di kawasan Jalan Mesuji 1, Demang Lebar Daun, Palembang, juga beredar di kalangan wali murid dan masyarakat. Peristiwa yang disebut terjadi pada Jumat (14/8/2026) tersebut masih perlu dilihat berdasarkan hasil verifikasi dan penanganan aparat yang berwenang.

‎‎Gorys berharap persoalan tawuran tidak berhenti pada viralnya video maupun penangkapan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

‎Menurutnya, evaluasi terhadap akar persoalan juga harus dilakukan.

‎‎“Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghentikan tawuran hari ini, tetapi bagaimana memastikan anak-anak ini tidak kembali melakukan hal yang sama. Kalau mereka masih bisa dibina dan diarahkan, selamatkan masa depan mereka,” pungkasnya.

‎Ia mengajak seluruh masyarakat Palembang untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi pelajar.”jelasnya mengakhiri percakapan” (yon) .

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

‎FWP Periode 2026-2029 Dikukuhkan, Wujudkan Pers Maju Kedepankan Kode Etik Jurnalistik PATI, 

25 Sep 2026 - 15:06 WIB

‎FWP Periode 2026-2029 Dikukuhkan, Wujudkan Pers Maju Kedepankan Kode Etik Jurnalistik PATI, 

‎Kronologi PNS Inspektorat di OKI Dibunuh Istri

23 Sep 2026 - 01:38 WIB

‎Kronologi PNS Inspektorat di OKI Dibunuh Istri

Nusron wahid ajukan mundur dari kepengurusan golkar

20 Sep 2026 - 19:50 WIB

Nusron wahid ajukan mundur dari kepengurusan golkar

Lewati 98% Populasi, BPJS Kesehatan Tancap Gas Dorong Layanan Berbasis Value-Based Care

16 Sep 2026 - 11:24 WIB

Lewati 98% Populasi, BPJS Kesehatan Tancap Gas Dorong Layanan Berbasis Value-Based Care

Kejurda Catur Sumsel Resmi Ditutup, Atlet Dipersiapkan Hadapi Kejurnas di Banten

13 Sep 2026 - 22:18 WIB

Kejurda Catur Sumsel Resmi Ditutup, Atlet Dipersiapkan Hadapi Kejurnas di Banten
Trending di Headline
Secret Link